Senang bisa mulai menulis lagi setelah tiga hari absen karena baru balik dari perkebunan Gunung Ringgit – Klakah – Lumajang Jawa Timur. Perkebunan ini saya pilih sebagai model untuk ditiru dalam projek Muzara’ah kedepan karena banyak sekali yang kita bisa belajar dari perkebunan yang satu ini.
Melihat berbagai tanaman yang ada di perkebunan Gunung Ringgit dan kemakmuran yang dinikmati oleh pegawai-pegawainya; rasanya saya memperoleh pembenaran dari pemikiran utama yang saya usung disitus ini.
Bahwa investasi terbaik adalah sektor riil yang dikelola secara benar; bahwa ‘uang’ yang sesungguhnya adalah benda riil yang nilainya ditentukan oleh nilai benda itu sendiri – nilai intrinsik , bukan nilai yang dipaksakan oleh kekuatan hukum.
Karena perkebunan Gunung Ringgit mulai diambil alih dan dikelola oleh teman-teman kuliah saya sejak tahu 2001; maka saya mencoba mensimulasikan kinerja investasi mereka – dibandingkan dengan Bagi Hasil Deposito Rupiah di Bank Syariah (bank Konvensional tidak saya pakai karena bunganya Riba menurut fatwa MUI I/2004) dan Qirad Dinar.
Artinya, dari kaca mata Rupiah – investasi Qirad Dinar dapat memberikan hasil 3 x lebih baik dari yang bisa diberikan oleh Deposito. Tetapi jauh lebih baik lagi investasi di sektor riil yang dalam contoh ini dapat memberikan hasil yang hampir 9 kali lebih baik dari Investasi Qirad Dinar.
Nah bagaimana sekarang kalau kita ganti timbangannya dengan timbangan yang bener, bukan uang kertas tetapi Dinar - lihat grafik disamping.
Jadi apa pilihan investasi kita ?...tentu pilihan utamanya adalah sektor riil seperti menanam pohon ini. Tetapi ini ada syaratnya yaitu apabila kita punya seluruh keahlian yang dibutuhkan dan juga siap menanggung risiko-risiko yang harus dihadapi.
Kalau kita belum siap dengan berbagai keahlian yang dipersyaratkan untuk usaha yang akan kita tekuni, dan kita belum siap menanggung risikonya – maka investasi di Dinar (khususnya dalam bentuk Qirad) adalah pilihannya.
Inilah justifikasinya mengapa sering saya sebut bahwa Dinar (khususnya Qirad Dinar) adalah investasi no 2, karena yang no 1 adalah sektor riil yang dijalankan dengan baik seperti Gunung Ringgit tersebut diatas.
Insyaallah kedepan kita bisa meningkatkan kinerja investasi kita meniru kesuksesan Gunung Ringgit dengan program muzaraah dlsb.
No comments:
Post a Comment